WA/TELP 0838 4334 2700, GROSIR Tanaman Kaktus SEMARANG
bit.ly/KLIKPESANDISINI
BOSAN DI RUMAH AJA? YUKK TANAM KAKTUS
SUKULE INI LANGKAH-LANGKAHNYA.
Tumbuhan sukulen, juga dikenal sebagai sukulen
adalah tumbuhan yang biasanya untuk menyimpan air di iklim atau
kondisi tanah kering. Karakter ini tidak digunakan secara ilmiah untuk
mendefinisikan famili dan genus tumbuhan karena sering kali hanya akurat pada
tingkat spesies tunggal. Kata sukulen berasal dari kata
Latin sucus, yang berarti 'jus', atau 'getah'. Tanaman
sukulen dapat menyimpan air dalam berbagai struktur organ, seperti daun dan batang . Beberapa tanaman dapat menyimpan air di akar sehingga
tanaman geofit yang bertahan hidup pada periode yang tidak
menguntungkan dengan mempertahankan organ
penyimpanan bawah tanah dapat dianggap sebagai sukulen.
Dalam hortikultura, istilah sukulen kadang-kadang
mengecualikan tanaman yang dianggap oleh ahli botani sebagai sukulen, seperti kaktus . Tanaman sukulen sering ditanam sebagai tanaman hias karena penampilannya yang mencolok dan tidak
biasa, serta kemampuannya untuk tumbuh subur dengan perawatan yang relatif
minim. Tanaman sukulen memiliki kemampuan untuk tumbuh subur pada sumber air
yang terbatas, seperti kabut dan embun, sehingga dapat bertahan hidup
Tanaman sukulen adalah tanaman
tahan kekeringan dengan daun, batang, atau akar berdaging dan
memiliki jaringan penyimpan air. Beberapa sumber mengecualikan akar
dan mendefinisikan sukulen sebagai "tanaman dengan batang dan / atau daun
yang tebal, berdaging dan bengkak, mampu beradaptasi dengan lingkungan
kering". Perbedaan ini memengaruhi hubungan antara sukuen dan
"geofit" - tanaman yang bertahan hidup pada musim yang tidak
menguntungkan sebagai tunas atau organ bawah tanah. Organ bawah tanah
ini, seperti umbi, sering kali berdaging dan memiliki jaringan penyimpan air.
Jadi, jika tanaman dengan akar yang mampu menyimpan air termasuk sukulen,
banyak geofit akan digolongkan sebagai sukulen.
Saat ini, banyak orang
yang mulai menggandrungi tanaman hias. Dari mulai tanaman yang memiliki warna
mencolok seperti anggrek, hingga tanaman yang cenderung memiliki warna gelap
seperti kaktus dan sukulen. Kaktus dan Sukulen menjadi salah satu tanaman hias
yang sedang populer. Namun ternyata, tak sedikit orang yang belum bisa
membedakan antara sukulen dan kaktus. Jika dilihat sekilas, sukulen memang akan
nampak mirip dengan kaktus. Tapi, keduanya memiliki perbedaan yang sangat
jelas. Untuk membedakan sukulen dan kaktus bisa dilihat dari bentuk fisiknya.
Sukulen memiliki kelopak yang mirip seperti daun, sedangkan kaktus memiliki
duri sebagai pengganti jaringan daun. Selain itu, duri pada kaktus juga
berfungsi sebagai pertahanan diri. Pada dasarnya Sukulen dan Kaktus merupakan
jenis tanaman hias yang memiliki persamaan sifat, yaitu sama-sama dapat
menyimpan air dalam jumlah besar di dalam batang. Menurut penelitian dari
University of California, sebenarnya sukulen sendiri merupakan sebuah istilah
yang digunakan untuk tumbuhan dengan karakterristik dapat menyimpan air dengan
jumlah besar pada jaringan spons dalam daun, batang, dan juga akarnya. Jadi,
tanaman ini mempunyai kemampuan untuk bertahan lebih lama saat kekeringan. Dari
sini, dapat disimpulkan bahwa kaktus merupakan tanaman sukulen, namun tak semua
tanaman sukulen merupakan kaktus. Terdapat beberapa jenis sukulen dengan bentuk
yang berbeda-beda seperti Agave, Echeveria, Aloe, Graptopetalum, Cotyledon,
Sempervivum, Dasylirion, Yucca, dan Delosperma. Dengan sifatnya ini, sukulen
dan kaktus cenderung mudah untuk dirawat. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik
walaupun tak disiram setiap hari. Justru tanaman ini akan membusuk jika disiram
secara terus menerus. Agar dapat tumbuh dengan baik, sukulen dan kaktus juga
memerlukan intensitas cahaya yang cukup. Jadi hanya perlu meletakkannya di
tempat dengan cahaya yang memadai.
Media tanam
merupakan elemen paling penting untuk melangsungkan kehidupan bibit tanaman.
Meski kaktus dan sukulen tidak perlu disiram sesering mungkin, jangan anggap
sepele perawatannya. Agar tanaman kaktus dan sukulen terus tumbuh cantik,
berikut jenis media tanaman yang bisa kamu pakai.
1. Sabut Kelapa
Sabut kelapa yang
berasal dari tempurung kelapa yang dikupas (cocopeat) banyak dipakai
untuk media tanaman hias atau hidroponik. Sabut kelapa mampu menyerap air dan
menyimpannya lebih lama dibanding dengan sekam. Penggunaan cocopeat tidak
disarankan jika kaktus berada di luar ruangan yang tidak ada atapnya.
Pada musim hujan,
sabut kelapa akan menampung banyak air dan membuat kaktus menjadi busuk. Jika
sukulen dan kaktus kamu memakai sabut kelapa, sebaiknya taruh pot di tempat
yang ada atap dan tetap terpapar sinar matahari. Kaktus cukup disiram
seminggu sekali pada bagian tanah di sekeliling kaktus.
2. Sekam
Sekam merupakan
jerami yang juga dimanfaatkan sebagai salah satu media tanam. Jika kamu memilih
sekam, kamu sudah mengurangi limbah padi sehingga tidak terbuang percuma. Sekam
diperoleh dari sisa penggilingan beras dan bermanfaat dalam proses penggemburan
tanah. Akar tanaman dapat menyerap unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman.
Selain itu, sekam juga berfungsi untuk memperbaiki tingkat keasaman
tanah.
Terdapat dua jenis
sekam yaitu sekam biasa dan sekam bakar. Perbedaannya terletak pada unsur hara
yang ada pada sekam. Sekam bakar atau arang sekam mengandung Zinc yang
bermanfaat untuk kesuburan kaktus, sedangkan sekam biasa atau mentah tidak
steril sehingga mudah ditumbuhi jamur. Sekam bakar juga mengandung silika
sehingga bisa memperkuat sukulen dan kaktus tumbuh lebih tegak.
3. Pasir Malang
Pasir Malang
berasal dari lahar atau magma gunung berapi yang dingin secara cepat. Pasir ini
berasal dari dataran tinggi atau gunung berapi yang ada di sekitar Malang
sehingga dinamakan Pasir Malang. Jika dibandingkan dengan pasir biasa, pasir
Malang jauh lebih mahal.
Pasir ini sering
dipakai dalam media tanam kaktus karena lebih cepat melewatkan air dan mencegah
kaktus menjadi busuk. Pasir biasa dengan tekstur yang halus lebih menahan air
sehingga berpotensi membuat sukelen dan kaktus menjadi lembap, kemudian
membusuk. Pasir Malang juga lebih bersih dan steril, kaktus serta sukulen kamu
akan terbebas dari jamur!
4. Pumice
Selanjutnya
ada pumice atau dikenal dengan batu apung. Jenis batu
piroklastik kaca dengan dinding batuan beku gunung berapi ini tahan terhadap
api, jamur, dan dapat mengapung di air. Untuk kaktus dan sukulen, pumice berukuran
3-5 mm dicampurkan dengan pasir malang. Kamu juga bisa memilih yang ukurannya
lebih besar untuk ditaruh di dasar pot.
5. Pupuk
Pupuk merupakan
media tanam terpenting agar tanah ternutrisi sehingga kaktus dapat tumbuh
dengan sehat. Kamu bisa pilih pupuk organik yang terbuat dari sumber hewani dan
nabati. Dibanding dengan pupuk buatan, pupuk orgnaik lebih bermanfaat untuk
tanaman karena mengandung nutrisi alam dan lebih aman untuk tanaman. Ada
dua jenis pupuk yaitu kompos dan kandang. Pupuk kompos merupakan pupuk yang
diuraikan melalui proses biologis dengan melibatkan bantuan mikroorganisme.
Sumbernya biasanya berasal dari tumbuhan atau limbah organik, sedangkan pupuk
kandang berasal dari kotoran hewan ternak atau unggas, seperti sapi, ayam,
domba, atau kambing.
Siap untuk membuat
kaktus dan sukulen jadi lebih cantik, deh!
rak tanaman hias
rak besi tanaman hias
rak tanaman hias dari besi
rak tanaman hias dari kayu
rumput dan tanaman hias yang ada di halaman terlihat layu
#kaktusas #kaktusbahcesi #kaktusbanten #kaktusbatu #kaktuscatsart #kaktuscicegininsurgunu #kaktuscilegon #kaktusclothing #Kaktuseis #kaktusflanel #kaktusiarnia #kaktussamen #kaktuskasabasi #kaktuskelinci #kaktusminimagelang #kaktusminimalang #kaktusminisemarang #kaktusoutdoor #kaktuspants #kaktuspekanbaru #kaktusplastik #kaktuspo #kaktussaksisi
Komentar
Posting Komentar